Padang — Persoalan parkir di RSUP Dr. M. Djamil kembali menjadi sorotan. Kepadatan kendaraan di area rumah sakit rujukan nasional tersebut dinilai sudah mengganggu kenyamanan pasien, menghambat akses...
Padang — Persoalan parkir di RSUP Dr. M. Djamil kembali menjadi sorotan.
Kepadatan kendaraan di area rumah sakit rujukan nasional tersebut dinilai sudah mengganggu kenyamanan pasien, menghambat akses ambulans, serta memicu kemacetan di sekitar pintu masuk utama. Pantauan di lapangan menunjukkan area parkir permukaan kerap penuh sejak pagi hingga sore hari. Kondisi ini diperparah oleh tingginya mobilitas pasien rujukan dari berbagai daerah di Sumatera Barat dan provinsi tetangga, ditambah kendaraan pegawai serta pengunjung.
Sejumlah pihak menilai solusi jangka panjang tidak cukup hanya dengan penataan parkir eksisting.Setiap pembangunan gedung baru di lingkungan RS M Djamil diminta wajib mengintegrasikan parkir bawah tanah (basement) dan parkir di atas gedung (rooftop) atau menggunakan konsep paralel yang menyatu dengan bangunan utama. “Gedung baru tanpa parkir terintegrasi hanya akan menambah masalah.
Rumah sakit sebesar M Djamil sudah seharusnya merancang parkir sejak tahap desain, bukan solusi tambal sulam,” kata seorang pengamat tata kota di Padang, Minggu.Konsep parkir terintegrasi dinilai mampu menambah kapasitas secara signifikan tanpa memperluas lahan. Parkir vertikal—ke bawah dan ke atas—juga memungkinkan pemisahan jalur kendaraan darurat, kendaraan pasien rawat jalan, serta kendaraan pegawai, sehingga arus lalu lintas di dalam kawasan rumah sakit lebih tertib.
Selain itu, pemindahan parkir ke basement dan rooftop akan membuka ruang di permukaan untuk fungsi yang lebih vital, seperti jalur ambulans, area drop-off pasien, pejalan kaki, kursi roda, hingga ruang terbuka hijau. Dampaknya dinilai langsung terhadap keselamatan pasien, khususnya lansia dan penyandang disabilitas.Dorongan ini juga diarahkan kepada manajemen rumah sakit dan pemangku kebijakan terkait agar menjadikan parkir terintegrasi sebagai standar wajib dalam setiap proyek pembangunan ke depan. Tanpa kebijakan tegas, persoalan parkir dikhawatirkan terus membayangi kualitas layanan di salah satu rumah sakit tersibuk di Sumatera Barat tersebut.(Bud)

