Sabtu, 21 Februari 2026 Indonesia
Ikuti Kami:

Perang Tarif Kian Transportasi Onnline Mulai Goyah

Perang Tarif Kian Transportasi Onnline Mulai Goyah
CaranoNews

PADANG-Persaingan tarif di sektor transportasi online di Indonesia semakin ketat. Sejumlah platform besar seperti Gojek dan Grab terus menawarkan diskon dan promo besar-besaran untuk menarik...

PADANG-Persaingan tarif di sektor transportasi online di Indonesia semakin ketat. Sejumlah platform besar seperti Gojek dan Grab terus menawarkan diskon dan promo besar-besaran untuk menarik konsumen. Namun, kondisi ini memunculkan kekhawatiran baru terkait keberlanjutan bisnis dan kesejahteraan mitra pengemudi.

Dalam beberapa waktu terakhir, pendapatan pengemudi ojek dan taksi online dilaporkan mengalami penurunan. Meski jumlah pesanan relatif stabil, besaran insentif dan tarif bersih yang diterima pengemudi dinilai tidak sebanding dengan biaya operasional yang terus meningkat, seperti bahan bakar, perawatan kendaraan, dan cicilan.

Sejumlah pengemudi mengeluhkan bahwa perang tarif justru menekan penghasilan mereka. Promo murah yang dinikmati konsumen kerap diimbangi dengan potongan komisi dan skema insentif yang semakin ketat bagi pengemudi. Di sisi konsumen, persaingan harga membuat loyalitas pengguna menurun.

Masyarakat cenderung memilih aplikasi dengan tarif termurah tanpa mempertimbangkan kualitas layanan. Ketika promo dihentikan, permintaan layanan transportasi online disebut ikut menurun. Pengamat ekonomi digital menilai kondisi ini sebagai sinyal peringatan bagi industri transportasi online.

Ketergantungan pada strategi bakar uang dan diskon jangka panjang dinilai berisiko melemahkan struktur bisnis. Jika terus berlanjut, bukan tidak mungkin terjadi pengurangan mitra pengemudi atau konsolidasi antarplatform. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sebenarnya telah menetapkan tarif batas atas dan batas bawah untuk melindungi pengemudi dan konsumen.

Namun, praktik promo dan insentif dinilai masih menjadi celah yang memicu persaingan tidak sehat di lapangan. Hingga kini, transportasi online masih menjadi pilihan utama masyarakat perkotaan. Namun, tanpa keseimbangan antara tarif, kesejahteraan pengemudi, dan keberlanjutan usaha, sektor ini dinilai menghadapi tantangan serius untuk bertahan dalam jangka panjang. (Bud)