Sabtu, 21 Februari 2026 Indonesia
Ikuti Kami:

Objek wisata Sumbar tidak terawat , kerugian ekonomi daerah dan masyarakat.

Objek wisata Sumbar tidak terawat , kerugian ekonomi daerah dan masyarakat.
CaranoNews

Banyak Objek Wisata di Sumbar Tak Terawat, Kerugian Ekonomi Mengendap di Daerah

Banyak Objek Wisata di Sumbar Tak Terawat, Kerugian Ekonomi Mengendap di Daerah Padang — Sejumlah objek wisata di Sumatera Barat dinilai tidak terawat dan minim sentuhan kreativitas. Kondisi tersebut tidak hanya menurunkan minat kunjungan wisatawan, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar destinasi wisata.

Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan persoalan yang relatif seragam di berbagai lokasi wisata. Fasilitas dasar seperti toilet umum, tempat sampah, papan informasi, akses jalan, hingga area parkir di sejumlah destinasi terlihat rusak, kurang bersih, dan tidak terkelola secara berkelanjutan.

Beberapa objek wisata bahkan terkesan dibiarkan berjalan apa adanya tanpa pembaruan konsep. Akibat kondisi tersebut, wisatawan cenderung datang singkat dan tidak berlama-lama. Pola ini berdampak pada rendahnya belanja wisata, sehingga perputaran uang di sekitar lokasi wisata menjadi sangat terbatas. “Pengunjung ada, tapi tidak ramai. Mereka datang sebentar, foto, lalu pergi. Dagangan kami jarang laku,” ujar seorang pedagang di kawasan wisata pantai di Sumatera Barat.

Dampak Langsung ke Ekonomi Warga Sepinya aktivitas wisata berdampak langsung pada pedagang kecil, pelaku UMKM, penyedia jasa transportasi, hingga pengelola penginapan. Pendapatan mereka menurun seiring berkurangnya jumlah wisatawan dan singkatnya lama tinggal pengunjung. Dalam konteks ekonomi daerah, kondisi ini memutus efek ganda pariwisata yang seharusnya mampu menggerakkan berbagai sektor, mulai dari kuliner, transportasi, hingga ekonomi kreatif. Potensi pemasukan daerah pun ikut tergerus, meski tidak selalu tercatat sebagai kerugian formal. Pengamat pariwisata menilai, Sumatera Barat sebenarnya memiliki modal alam dan budaya yang kuat. Namun tanpa perawatan rutin dan inovasi, potensi tersebut tidak mampu dikonversi menjadi manfaat ekonomi yang maksimal.

“Wisata bukan hanya soal panorama. Harus ada manajemen, perawatan, dan kreativitas. Kalau tidak, destinasi hanya jadi papan nama,” ujar pengamat tersebut. Minim Inovasi dan Aktivitas Pendukung Selain persoalan fisik, minimnya kreativitas pengelolaan juga menjadi sorotan. Banyak destinasi wisata di Sumatera Barat belum mengembangkan konsep tematik, event rutin, atau kolaborasi dengan komunitas seni dan pelaku ekonomi kreatif lokal. Akibatnya, daya tarik wisata cenderung stagnan dan kalah bersaing dengan daerah lain.

Kondisi ini turut memengaruhi citra pariwisata Sumatera Barat. Pengalaman wisata yang kurang memuaskan berpotensi menyebar melalui media sosial dan berdampak pada penurunan minat kunjungan wisatawan berikutnya. Perlu Evaluasi dan Pembenahan Menyeluruh Masyarakat berharap Dinas Pariwisata Sumatera Barat bersama pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan destinasi wisata. Perawatan berkelanjutan, peningkatan fasilitas dasar, serta pengembangan konsep wisata kreatif dinilai menjadi langkah mendesak.

Tanpa pembenahan serius, sektor pariwisata Sumatera Barat berisiko terus kehilangan momentum. Padahal, pariwisata merupakan sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola secara profesional dan inovatif. (Bud)