Jakarta - Harga emas kembali mengalami tekanan hebat. Pada perdagangan Selasa (3/2/2026), harga emas batangan di Indonesia tercatat anjlok signifikan, seiring melemahnya harga emas di pasar global....
Jakarta - Harga emas kembali mengalami tekanan hebat. Pada perdagangan Selasa (3/2/2026), harga emas batangan di Indonesia tercatat anjlok signifikan, seiring melemahnya harga emas di pasar global. Kondisi ini memicu kekhawatiran investor sekaligus membuka peluang bagi pembeli baru.
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun tajam hingga Rp183.000 per gram, dari sebelumnya berada di kisaran Rp3 jutaan menjadi sekitar Rp2,84 juta per gram. Penurunan ini menjadi salah satu koreksi terdalam dalam beberapa pekan terakhir. Tak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga ikut terkoreksi, menandakan tekanan pasar yang cukup kuat.
Di tingkat pedagang, penurunan ini langsung berdampak pada melemahnya transaksi jual, sementara minat beli mulai muncul dari investor yang menilai harga sudah cukup menarik. Anjloknya harga emas domestik tidak terlepas dari gejolak pasar global. Di pasar internasional, emas mengalami aksi jual besar-besaran setelah reli panjang sejak awal tahun.
Perubahan sentimen investor, penguatan dolar AS, serta ekspektasi kebijakan bank sentral negara maju membuat aset safe haven seperti emas kehilangan daya tariknya untuk sementara waktu. Kondisi ini juga berdampak pada saham emiten pertambangan emas di Bursa Efek Indonesia. Sejumlah saham tambang terpantau mengalami tekanan, meski analis menilai pelemahan ini lebih bersifat jangka pendek dan sangat bergantung pada dinamika global.
Pengamat pasar menilai, penurunan tajam harga emas saat ini mencerminkan tingginya volatilitas pasar. Di satu sisi, kondisi ini menjadi peringatan bagi investor agar lebih berhati-hati. Namun di sisi lain, koreksi harga juga membuka peluang akumulasi bagi investor jangka panjang yang masih percaya pada emas sebagai instrumen lindung nilai.
Hingga saat ini, pelaku pasar masih menunggu arah kebijakan ekonomi global dan perkembangan geopolitik yang akan menentukan apakah harga emas akan kembali bangkit atau justru melanjutkan tren pelemahan dalam waktu dekat.

