PADANG — Pedagang di Fase I Pasar Raya Padang mengeluhkan kondisi bangunan yang mengalami kebocoran, khususnya di toko D47 hingga D49. Kebocoran atap tersebut dinilai mengganggu aktivitas usaha dan...
PADANG — Pedagang di Fase I Pasar Raya Padang mengeluhkan kondisi bangunan yang mengalami kebocoran, khususnya di toko D47 hingga D49. Kebocoran atap tersebut dinilai mengganggu aktivitas usaha dan berpotensi menimbulkan kerugian, terutama saat hujan turun. Keluhan itu disampaikan oleh Alfian, pedagang Toko Kuala Indah, yang menjadi narasumber langsung di lokasi.
Ia menyebutkan, air kerap masuk ke dalam toko dari bagian atap, sehingga pedagang harus berulang kali mengamankan barang dagangan. “Kalau hujan, air menetes dari atap. Ini sudah berlangsung lama dan belum ada perbaikan yang benar-benar tuntas,” ujar Alfian. Pedagang Minta Evaluasi Biaya Di tengah kondisi bangunan yang dinilai tidak layak, pedagang mengaku masih dibebani biaya perawatan dan retribusi seperti biasa.
Hal ini memicu keberatan, karena fasilitas yang diterima tidak sebanding dengan kewajiban yang harus dibayar. Pedagang meminta Dinas Perdagangan Kota Padang untuk menurunkan atau menyesuaikan biaya perawatan, setidaknya hingga perbaikan atap benar-benar dilakukan. “Kami tidak menolak kewajiban, tapi kondisi toko bocor seperti ini mestinya jadi pertimbangan.
Jangan bebani pedagang,” katanya. Ancaman bagi Aktivitas Usaha Menurut pedagang, kebocoran atap tidak hanya merusak barang, tetapi juga mengurangi kenyamanan pembeli. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dikhawatirkan akan membuat konsumen enggan berbelanja dan berdampak pada menurunnya omzet pedagang.
Pasar Raya Padang selama ini dikenal sebagai pusat perdagangan utama masyarakat. Namun, persoalan fasilitas yang tidak terawat dinilai bisa menggerus kepercayaan pedagang dan pengunjung. Desakan Tindakan Konkret Pedagang mendesak agar pengelola pasar dan pemerintah daerah segera melakukan: Perbaikan atap bocor secara menyeluruh di Fase I, Evaluasi dan penyesuaian biaya perawatan, Pengecekan kondisi bangunan secara berkala.(Bud)

