Padang - Kuliner malam tradisional di Kota Padang kembali menemukan momentumnya. Lontong telur yang disajikan dengan kuah khas berpadu teh talua kini semakin marak dijajakan dan ramai dinikmati warga...
Padang - Kuliner malam tradisional di Kota Padang kembali menemukan momentumnya. Lontong telur yang disajikan dengan kuah khas berpadu teh talua kini semakin marak dijajakan dan ramai dinikmati warga saat malam hari. Di berbagai sudut kota, mulai dari kawasan Pasar Raya, Belakang Olo, Alai, hingga Pantai Padang, pedagang lontong telur tampak mulai berjualan sejak malam hingga larut.
Sajian sederhana berupa lontong, telur rebus, kuah kental bercita rasa gurih manis, serta taburan bawang goreng ini menjadi pilihan favorit untuk mengganjal perut selepas beraktivitas. Lontong telur dinilai cocok disantap pada malam hari karena mengenyangkan namun tetap ringan. Ketika dipadukan dengan teh talua-minuman tradisional Minangkabau berbahan kuning telur, gula, dan teh panas-pengalaman kuliner pun terasa semakin lengkap. "Kalau malam paling cocok lontong telur dengan teh talua.
Hangat, kenyang, dan rasanya khas Padang," ujar Andri (32), warga Ulak Karang yang rutin berburu kuliner malam. Tren ini tidak hanya digemari kalangan orang tua, tetapi juga anak muda. Banyak lapak lontong telur kini tampil lebih terbuka dan santai, menjadi ruang berkumpul yang akrab dan egaliter tanpa harus ke kafe.
Pedagang mengakui peningkatan omzet terutama pada malam akhir pekan. "Sekarang ramai lagi. Anak-anak muda banyak, bahkan ada wisatawan yang sengaja cari lontong telur," kata Zul, pedagang lontong telur di kawasan Pasar Raya. Maraknya lontong telur dan teh talua mencerminkan kebangkitan kuliner tradisional di tengah gempuran makanan modern.
Tanpa perlu inovasi berlebihan, kekuatan rasa, harga terjangkau, dan nilai budaya membuat kuliner ini tetap relevan. Kota Padang pun kembali menunjukkan identitasnya sebagai kota yang hidup di malam hari, di mana lontong telur dan teh talua menjadi simbol kehangatan, kebersamaan, dan cita rasa lokal yang tak lekang oleh waktu.

