Sabtu, 21 Februari 2026 Indonesia
Ikuti Kami:

Kopi, Klenteng, dan Gedung Tua yang Menolak Mati

Kopi, Klenteng, dan Gedung Tua yang Menolak Mati
CaranoNews

Gedung tua itu masih berdiri di kawasan Pondok, tepat di depan klenteng. Bangunan lama yang dulu hanya dilewati, kini kembali hidup dengan nama Kopigo.

Gedung tua itu masih berdiri di kawasan Pondok, tepat di depan klenteng. Bangunan lama yang dulu hanya dilewati, kini kembali hidup dengan nama Kopigo.

Bangunan Lama yang Tidak Dipermak Berlebihan

Pilar besar masih di tempatnya. Dinding hijau kusam dibiarkan jujur pada usia. Jendela tinggi dengan teralis besi tidak diganti dengan material modern. Gedung ini tidak ingin terlihat muda, ia hanya ingin hidup lagi.

Bangunan lama tidak perlu disembunyikan umurnya. Justru di sanalah karakternya tinggal. - Catatan Kota

Ruang Tenang dengan Sentuhan Modern

Masuk ke dalam Kopigo, suasananya terasa tenang. Lampu gantung modern digantung sederhana. Kursi besi hitam berjajar di depan bar kayu yang memanjang. Tidak banyak dekorasi, ruang dibiarkan bernapas dan berbicara sendiri.

Berhadapan dengan Klenteng, Berdampingan dengan Waktu

Lokasi Kopigo yang tepat di depan klenteng menciptakan irama yang unik. Di satu sisi orang berdoa, di sisi lain orang menyeruput kopi. Dua aktivitas berbeda, berjalan berdampingan tanpa saling mengganggu.

Kota yang sehat bukan yang penuh bangunan baru, melainkan yang tahu cara memperlakukan bangunan lama. - Pengamat Perkotaan

Merawat Ingatan Kota

Gedung tua ini tidak dijadikan museum dan tidak dipaksa menjadi sesuatu yang asing. Ia hanya diberi peran baru yang masuk akal.

Modern bukan berarti melupakan. Modern adalah kemampuan hidup berdampingan dengan ingatan. - Kopigo

Artikel ini menegaskan bahwa kota tidak selalu harus membangun untuk maju. Kadang cukup merawat, memberi ruang, dan membiarkan sejarah tetap bernapas di tengah kehidupan hari ini.(***)