DENPASAR — Pulau Bali dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat keamanan yang relatif stabil. Kondisi ini tidak hanya ditopang oleh aparat negara, tetapi juga oleh peran kuat hukum adat yang...
DENPASAR — Pulau Bali dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat keamanan yang relatif stabil. Kondisi ini tidak hanya ditopang oleh aparat negara, tetapi juga oleh peran kuat hukum adat yang hidup dan dipatuhi masyarakat setempat. Hukum adat Bali yang dikenal dengan awig-awig menjadi pedoman perilaku warga desa adat.
Aturan ini mengatur berbagai aspek kehidupan sosial, mulai dari tata krama bermasyarakat, kewajiban adat, hingga mekanisme penyelesaian pelanggaran. Karena disusun dan disepakati bersama, awig-awig memiliki legitimasi kuat di mata warga. Sanksi dalam hukum adat Bali dinilai tegas dan efektif.
Pelanggar tidak hanya dikenai denda adat (danda), tetapi juga sanksi sosial seperti kewajiban kerja sosial (ngayah), teguran adat, hingga pengucilan sementara (kasepekang) untuk pelanggaran tertentu. Sanksi sosial ini berdampak langsung pada posisi pelanggar di tengah komunitas, sehingga menimbulkan efek jera. Keamanan desa adat juga diperkuat oleh keberadaan pecalang, aparat keamanan tradisional yang bertugas menjaga ketertiban, terutama saat kegiatan adat dan keagamaan.
Dalam praktiknya, pecalang bersinergi dengan aparat kepolisian dan pemerintah setempat untuk melakukan pencegahan dini terhadap potensi gangguan keamanan. Pengamat menilai keberhasilan Bali menjaga keamanan bukan semata karena “kerasnya” hukum adat, melainkan karena efektivitas penerapannya yang konsisten dan selaras dengan hukum nasional. Pelanggaran yang bersifat pidana tetap diproses sesuai hukum negara, sementara persoalan sosial-kultural diselesaikan melalui mekanisme adat.
Selain itu, budaya komunal yang kuat menciptakan kontrol sosial alami. Rasa malu dan tanggung jawab kolektif membuat warga cenderung menghindari pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri dan komunitasnya. Dengan kombinasi aturan adat yang hidup, sanksi sosial yang tegas, aparat adat yang aktif, serta sinergi dengan hukum negara, Bali dinilai berhasil membangun sistem keamanan berbasis kearifan lokal.
Model ini kerap disebut sebagai contoh efektif bagaimana hukum adat dapat berperan nyata dalam menjaga ketertiban dan rasa aman di tengah masyarakat. (BUD)

