Padang - Kondisi Sungai Lubuk Minturun di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, berada dalam kondisi kritis setelah banjir bandang yang terjadi sekitar sebulan lalu. Banjir tersebut membawa material...
Padang - Kondisi Sungai Lubuk Minturun di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, berada dalam kondisi kritis setelah banjir bandang yang terjadi sekitar sebulan lalu. Banjir tersebut membawa material kerikil, pasir, dan lumpur dalam jumlah besar yang kemudian mengendap di dasar sungai, menyebabkan pendangkalan parah dan menurunnya daya tampung aliran air.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa alur Sungai Lubuk Minturun tidak mengalami penyempitan. Namun, pendangkalan terjadi secara masif di hampir seluruh bagian sungai. Dari atas Jembatan Lubuk Minturun, dasar sungai yang sebelumnya tampak cukup dalam kini berubah drastis. Kerikil-kerikil terlihat jelas dan berada sangat dekat dengan permukaan air, menandakan berkurangnya kedalaman sungai secara signifikan.
Kondisi ini membuat sungai tidak lagi mampu menampung debit air secara normal. Hujan dengan intensitas ringan dan durasi singkat saja kini sudah menyebabkan permukaan air sungai naik dengan cepat dan berpotensi meluap ke permukiman warga di sekitarnya.
Bapak Adil, warga Lubuk Minturun yang ditemui di lokasi, mengungkapkan kecemasan masyarakat setiap kali hujan turun.
"Sebelum banjir bandang, dari atas jembatan sungai masih kelihatan dalam. Sekarang kerikilnya sudah sangat jelas dan dekat ke permukaan. Hujan sebentar saja air cepat naik. Kami takut banjir datang lagi," ujar Bapak Adil.
Warga berharap Pemerintah Kota Padang segera melakukan penanganan darurat pascabencana, khususnya pengerukan dan normalisasi Sungai Lubuk Minturun. Langkah ini dinilai penting untuk mengembalikan fungsi sungai sekaligus mencegah terjadinya banjir susulan yang dapat mengancam keselamatan dan harta benda masyarakat.
Tanpa langkah cepat dan nyata, pendangkalan Sungai Lubuk Minturun dikhawatirkan akan terus memburuk dan menjadi ancaman serius setiap kali hujan turun.(***)

