Padang — Penerapan sistem ducting atau kabel bawah tanah dinilai sebagai solusi paling tepat bagi Padang, yang kerap dilanda badai, hujan lebat, dan angin kencang. Kondisi cuaca ekstrem tersebut...
Padang — Penerapan sistem ducting atau kabel bawah tanah dinilai sebagai solusi paling tepat bagi Padang, yang kerap dilanda badai, hujan lebat, dan angin kencang. Kondisi cuaca ekstrem tersebut selama ini sering menyebabkan pohon tumbang dan merusak kabel udara, baik jaringan listrik maupun kabel internet, sehingga mengakibatkan pemadaman listrik dan terganggunya layanan telekomunikasi.
Setiap kali cuaca buruk melanda, tiang listrik dan tiang internet menjadi infrastruktur yang paling rentan terdampak. Kabel yang melintang di udara kerap tersangkut dahan pohon atau tertimpa batang pohon tumbang. Akibatnya, tidak hanya aliran listrik terputus, tetapi juga jaringan internet dan komunikasi warga ikut lumpuh.
Melalui sistem ducting, kabel listrik dan kabel fiber optik internet ditempatkan di dalam saluran khusus di bawah tanah. Sistem ini dinilai jauh lebih aman karena terlindung dari gangguan cuaca, pohon tumbang, serta risiko kecelakaan akibat kabel putus. Selain itu, perawatan jaringan menjadi lebih terukur dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Pakar tata kota menilai penerapan ducting akan membawa manfaat ganda. Selain meningkatkan keandalan layanan listrik dan internet, sistem ini juga akan menghilangkan tiang-tiang kabel yang selama ini memenuhi badan jalan dan trotoar. Dengan demikian, wajah kota menjadi lebih rapi, aman, dan estetis, sekaligus mendukung penataan ruang kota yang modern. “Jika kabel listrik dan internet ditanam di bawah tanah, maka gangguan akibat cuaca ekstrem bisa ditekan signifikan.
Padang sebagai kota rawan badai sudah seharusnya mulai beralih ke sistem ini,” ujar seorang pengamat infrastruktur perkotaan. Selain aspek keselamatan dan keindahan kota, sistem ducting juga dinilai penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan publik. Ketergantungan masyarakat terhadap listrik dan internet semakin tinggi, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, hingga sektor usaha dan UMKM.
Gangguan jaringan berulang dinilai merugikan masyarakat dan pelaku usaha. Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat menjadikan sistem ducting sebagai bagian dari perencanaan pembangunan infrastruktur jangka panjang. Kolaborasi antara pemerintah, penyedia listrik, dan operator telekomunikasi dinilai penting agar penerapan kabel bawah tanah dapat dilakukan secara bertahap dan terintegrasi.
Dengan adopsi sistem ducting untuk kabel listrik dan internet, Kota Padang diharapkan tidak hanya lebih tahan terhadap cuaca ekstrem, tetapi juga tampil sebagai kota yang aman, rapi, dan siap menghadapi tantangan infrastruktur modern di masa depan. (Bud)

