Beijing — Tiongkok kembali mengukir sejarah besar dalam dunia transportasi global. Negara ini resmi mengoperasikan jalur kereta cepat terpanjang di dunia, Beijing–Guangzhou High-Speed Railway, dengan...
Beijing — Tiongkok kembali mengukir sejarah besar dalam dunia transportasi global. Negara ini resmi mengoperasikan jalur kereta cepat terpanjang di dunia, Beijing–Guangzhou High-Speed Railway, dengan panjang sekitar 2.298 kilometer—sebuah rekor yang hingga kini belum mampu disaingi negara mana pun.
Jalur raksasa ini membelah Tiongkok dari utara ke selatan, menghubungkan pusat kekuasaan politik di Beijing dengan jantung ekonomi selatan di Guangzhou. Dengan kecepatan operasi 300–350 km per jam, waktu tempuh yang sebelumnya lebih dari 20 jam kini dipangkas drastis menjadi hanya 8–9 jam.Pesawat jarak menengah pun kehilangan daya saing di koridor ini.
Operasional jalur tersebut berada di bawah kendali China Railway, menggunakan rangkaian kereta generasi terbaru seri Fuxing, yang sepenuhnya dikembangkan dengan teknologi dalam negeri. Proyek ini sekaligus menegaskan keberhasilan Tiongkok melepaskan ketergantungan teknologi asing di sektor perkeretaapian.Lebih dari sekadar transportasi, jalur Beijing–Guangzhou dipandang sebagai senjata ekonomi strategis.
Lintasan ini menghubungkan kawasan industri utama, pusat logistik, pelabuhan internasional, dan kota-kota dengan populasi puluhan juta jiwa. Dampaknya terasa langsung: biaya logistik ditekan, mobilitas tenaga kerja meningkat, dan pertumbuhan ekonomi regional dipacu secara masif.Secara global, pencapaian ini membuat jarak Tiongkok dengan negara lain kian menganga.
Total jaringan kereta cepat Tiongkok kini melampaui 40.000 kilometer, jauh meninggalkan Jepang, Prancis, Spanyol, bahkan Amerika Serikat yang masih tertinggal dalam pengembangan kereta cepat jarak jauh. Pengamat transportasi internasional menilai keberhasilan ini sebagai tamparan keras bagi negara-negara berkembang, termasuk di Asia Tenggara, yang masih berkutat pada kemacetan jalan raya dan proyek infrastruktur yang berjalan lambat. Dengan jalur kereta cepat terpanjang di dunia ini, Tiongkok tidak hanya memecahkan rekor, tetapi juga menetapkan standar global baru: transportasi massal cepat, efisien, ramah lingkungan, dan menjadi tulang punggung kekuatan ekonomi nasional di abad ke-Budi Syahrial: CINA BUAT REKOR JALUR KERETA CEPAT TERPANJANG DUNIA Beijing — Tiongkok kembali mengukir sejarah besar dalam dunia transportasi global. Negara ini resmi mengoperasikan jalur kereta cepat terpanjang di dunia, Beijing–Guangzhou High-Speed Railway, dengan panjang sekitar 2.298 kilometer—sebuah rekor yang hingga kini belum mampu disaingi negara mana pun. Jalur raksasa ini membelah Tiongkok dari utara ke selatan, menghubungkan pusat kekuasaan politik di Beijing dengan jantung ekonomi selatan di Guangzhou. Dengan kecepatan operasi 300–350 km per jam, waktu tempuh yang sebelumnya lebih dari 20 jam kini dipangkas drastis menjadi hanya 8–9 jam.Pesawat jarak menengah pun kehilangan daya saing di koridor ini.
Operasional jalur tersebut berada di bawah kendali China Railway, menggunakan rangkaian kereta generasi terbaru seri Fuxing, yang sepenuhnya dikembangkan dengan teknologi dalam negeri. Proyek ini sekaligus menegaskan keberhasilan Tiongkok melepaskan ketergantungan teknologi asing di sektor perkeretaapian.Lebih dari sekadar transportasi, jalur Beijing–Guangzhou dipandang sebagai senjata ekonomi strategis.
Lintasan ini menghubungkan kawasan industri utama, pusat logistik, pelabuhan internasional, dan kota-kota dengan populasi puluhan juta jiwa. Dampaknya terasa langsung: biaya logistik ditekan, mobilitas tenaga kerja meningkat, dan pertumbuhan ekonomi regional dipacu secara masif.Secara global, pencapaian ini membuat jarak Tiongkok dengan negara lain kian menganga.
Total jaringan kereta cepat Tiongkok kini melampaui 40.000 kilometer, jauh meninggalkan Jepang, Prancis, Spanyol, bahkan Amerika Serikat yang masih tertinggal dalam pengembangan kereta cepat jarak jauh. (Bud)

