PADANG — Konektivitas udara dari Bandar Internasional Minangkabau (BIM) mulai menunjukkan perkembangan. Sejumlah rute penerbangan baru telah dibuka dan maskapai tambahan kini aktif beroperasi,...
PADANG — Konektivitas udara dari Bandar Internasional Minangkabau (BIM) mulai menunjukkan perkembangan. Sejumlah rute penerbangan baru telah dibuka dan maskapai tambahan kini aktif beroperasi, membuka akses langsung dari Sumatera Barat ke beberapa kota di dalam negeri. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, memperkuat sektor pariwisata, serta mendorong pergerakan ekonomi daerah yang selama ini masih bergantung pada rute-rute utama.
Rute Penerbangan Baru Sejak akhir 2024 hingga sepanjang 2025, BIM mencatat penambahan beberapa rute domestik, di antaranya: Padang – Yogyakarta Padang – Semarang Padang – Jambi Padang – Bengkulu Padang – Pekanbaru Padang – Kepulauan Mentawai (Tuapejat) Rute-rute tersebut dilayani terutama oleh Wings Air dengan pesawat tipe ATR, yang menyasar penerbangan jarak pendek dan menengah antarwilayah Sumatera serta ke Pulau Jawa.
Maskapai yang Beroperasi di BIM Selain Wings Air, sejumlah maskapai nasional lainnya juga aktif melayani penerbangan dari dan menuju BIM, antara lain: Garuda Indonesia Citilink Batik Air Lion Air Super Air Jet Maskapai-maskapai tersebut melayani rute utama seperti Padang–Jakarta, Padang–Batam, dan Padang–Medan, yang hingga kini masih menjadi tulang punggung pergerakan penumpang di BIM.
Rute Internasional Masih Terbatas Untuk penerbangan internasional, BIM saat ini masih melayani rute tertentu secara terbatas, terutama ke kawasan Asia Tenggara. Pemerintah daerah dan pengelola bandara masih mendorong agar penerbangan internasional reguler kembali ditambah guna menarik wisatawan mancanegara ke Sumatera Barat. Dorong Pariwisata dan Ekonomi Penambahan rute baru ini diharapkan dapat memperpendek waktu tempuh antardaerah tanpa harus transit di kota besar lain.
Pelaku usaha pariwisata menilai rute langsung ke kota-kota tujuan wisata dan bisnis akan meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mempermudah distribusi orang dan barang. “Akses udara sangat menentukan.
Kalau rute bertambah dan stabil, dampaknya langsung ke hotel, UMKM, dan sektor jasa,” ujar salah satu pelaku pariwisata di Padang. Catatan Redaksi Penambahan rute dan maskapai di BIM merupakan sinyal positif bagi Sumatera Barat. Namun tantangan masih besar, mulai dari menjaga keberlanjutan rute, meningkatkan frekuensi penerbangan, hingga membuka kembali jalur internasional yang konsisten.
BIM dituntut tidak hanya menjadi bandara pengumpan, tetapi benar-benar berfungsi sebagai gerbang utama Sumatera Barat yang mampu menopang pariwisata, investasi, dan pergerakan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

