Sabtu, 21 Februari 2026 Indonesia
Ikuti Kami:

Banjir Bandang Malam Hari Lenyapkan Rumah Buruh Angkat Pasar Raya di Griya Permata 2 Padang

Banjir Bandang Malam Hari Lenyapkan Rumah Buruh Angkat Pasar Raya di Griya Permata 2 Padang
CaranoNews

Padang - Malam Kamis (27/11/2025) berubah menjadi mimpi buruk bagi warga Perumahan Griya Permata 2, Kelurahan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang. Banjir bandang (galodo) datang...

Padang - Malam Kamis (27/11/2025) berubah menjadi mimpi buruk bagi warga Perumahan Griya Permata 2, Kelurahan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang. Banjir bandang (galodo) datang tiba-tiba saat sebagian warga tengah beristirahat, menerjang permukiman tanpa memberi kesempatan menyelamatkan harta benda.

Hujan deras yang mengguyur kawasan hulu sejak sore hingga malam hari membuat debit sungai meningkat tajam. Dalam kondisi gelap, air bercampur lumpur, kayu, dan material lainnya meluap dengan arus deras, menggerus bantaran sungai dan menghantam rumah-rumah warga. Tanah ambles, bangunan roboh, dan sejumlah rumah hanyut terseret arus, meninggalkan puing-puing di sepanjang aliran sungai.

Salah seorang korban terdampak, Mak Etek, seorang buruh angkat di Pasar Raya Padang, Senin (5/1) mengungkapkan, kehilangan rumah sederhana yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya dan dibeli dari hasil jerih payah bawa becak di Pasar Raya.

"Air datang cepat sekali, bunyinya keras. Rumah ambo langsung hanyut (Lah Barangket Kapa ko), indak ado nan bisa diselamatkan," ujar Mak Etek dengan suara bergetar, mengenang detik-detik mencekam malam itu.

Warga menilai banjir bandang kali ini sebagai yang terparah semenjak tahun 2011 lalu. Pendangkalan sungai serta lemahnya penguatan tebing disebut memperparah dampak bencana. Keluhan mengenai kondisi sungai, menurut warga, sudah kerap disampaikan, namun penanganan yang dilakukan masih bersifat sementara dan baru terasa saat bencana telah terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan besar. Sudah sekitar belasan warga kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan. Masyarakat berharap Pemerintah Kota Padang tidak hanya hadir saat darurat, tetapi juga melakukan langkah nyata dan berkelanjutan untuk mencegah bencana serupa terulang.

Peristiwa ini kembali menjadi alarm keras bahwa kawasan bantaran sungai aliran Sungai Batang Kuranji di Kota Padang masih berada dalam ancaman serius, dan tanpa penanganan menyeluruh, banjir bandang berikutnya hanya tinggal menunggu hujan berikutnya.(def)