Sabtu, 21 Februari 2026 Indonesia
Ikuti Kami:

Aksi Borong Emas dan Perak Menguat, Harga Emas Indonesia Melonjak

Aksi Borong Emas dan Perak Menguat, Harga Emas Indonesia Melonjak
CaranoNews

Pasar logam mulia dunia tengah mengalami lonjakan permintaan signifikan. Emas dan perak kembali menjadi primadona setelah aksi borong besar-besaran terdeteksi di berbagai belahan dunia, baik oleh...

Pasar logam mulia dunia tengah mengalami lonjakan permintaan signifikan. Emas dan perak kembali menjadi primadona setelah aksi borong besar-besaran terdeteksi di berbagai belahan dunia, baik oleh investor global maupun bank sentral sejumlah negara. Tren ini dipicu meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, gejolak geopolitik, serta melemahnya kepercayaan terhadap mata uang fiat, khususnya dolar Amerika Serikat.

Dalam kondisi tersebut, emas dan perak kembali dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang paling aman. Permintaan emas global dilaporkan mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, didorong oleh pembelian besar oleh investor institusi dan bank sentral yang ingin memperkuat cadangan devisa mereka. Di sisi lain, permintaan perak meningkat karena kebutuhan industri, termasuk untuk panel surya dan elektronik.

Dampak di Indonesia pun mulai terasa. Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam), yang menjadi acuan pasar logam mulia dalam negeri, mengalami kenaikan lanjutan. Data terbaru menunjukkan harga emas Antam sekitar Rp 2,416 juta per gram untuk emas batangan 24 karat di awal Desember 2025, sementara harga beli kembali (buyback) berada di kisaran Rp 2,276 juta per gram.

Antara News Mataram

Kenaikan harga ini membuat emas menjadi instrumen yang semakin mahal bagi konsumen, namun sekaligus menarik bagi investor yang sudah memegang emas lama, karena potensi kenaikan nilai jika tren pasar global terus berlanjut.

Permintaan emas ritel di Indonesia juga mengalami peningkatan. Banyak masyarakat yang membeli emas sebagai cara menjaga nilai kekayaan mereka dari tekanan inflasi dan fluktuasi nilai tukar rupiah. Permintaan kuat ini terlihat jelas di butik emas dan galeri logam mulia di kota-kota besar, di mana transaksi harian meningkat seiring tren global.

Namun, para analis mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati terhadap volatilitas harga. Lonjakan harga yang cepat di pasar global berpotensi diikuti oleh koreksi apabila sentimen pasar berubah secara tiba-tiba karena faktor eksternal seperti penguatan dolar AS atau pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral utama dunia.

Meski demikian, prospek jangka menengah hingga panjang untuk emas dan perak tetap kuat. Selama ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global belum mereda, kedua logam mulia tersebut diperkirakan tetap menjadi pilihan utama investor dan negara-negara untuk mempertahankan nilai kekayaan mereka - baik di pasar dunia maupun di Indonesia.