Sabtu, 21 Februari 2026 Indonesia
Ikuti Kami:

40.000 TNI–POLRI DITERJUNKAN ATASI BENCANA DI SUMATERA

40.000 TNI–POLRI DITERJUNKAN ATASI BENCANA DI SUMATERA
CaranoNews

PADANG — Pemerintah mengerahkan puluhan ribu personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menangani bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah...

PADANG — Pemerintah mengerahkan puluhan ribu personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menangani bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, termasuk Sumatera Barat.

Pengerahan besar-besaran ini merupakan bagian dari respons darurat nasional untuk mempercepat evakuasi korban dan pemulihan daerah terdampak. Berdasarkan data resmi pemerintah, total personel TNI yang diterjunkan di wilayah Sumatera mencapai sekitar 33.800 personel, sementara Polri mengerahkan lebih dari 11.600 personel. Secara keseluruhan, jumlah gabungan personel TNI dan Polri yang terlibat dalam penanganan bencana di Sumatera diperkirakan lebih dari 45.000 personel, yang tersebar di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Di Sumatera Barat, ribuan personel TNI dan Polri dikerahkan ke daerah-daerah terdampak untuk melaksanakan operasi kemanusiaan. Tugas utama mereka meliputi evakuasi warga, pencarian dan penyelamatan korban, pendistribusian logistik, pengamanan lokasi terdampak, serta membantu pemulihan infrastruktur dasar yang rusak akibat banjir dan longsor.

Personel gabungan tersebut juga terlibat dalam pengoperasian dapur umum, pelayanan kesehatan darurat, pendirian pos pengungsian, hingga pembukaan akses jalan yang terputus. Dukungan alat utama sistem persenjataan non-tempur, seperti helikopter dan kendaraan taktis, turut dikerahkan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses. Pengerahan kekuatan TNI dan Polri ini dilakukan atas arahan pemerintah pusat sebagai bentuk kehadiran negara dalam situasi darurat.

Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama, sekaligus memastikan proses penanganan bencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Hingga saat ini, aparat gabungan masih bersiaga di lapangan untuk mengantisipasi potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.(Irsal)